Senin, 29 September 2014
(Berharap) Maksuba
tahun lalu kamus makanan saya bertambah 1 kata, maksuba..
ceritanya seorang teman saya cerita kalau salah satu kue kesukaannya adalah maksuba, bahan dasarnya adalah telur tanpa menggunakan tepung.. "huwooow" pikir saya.. ada ya kue tanpa tepung.. padahal setahu saya yang namanya kue pasti ada tepung, entah tepung terigu, singkong, beras, jagung, dll.. sejak saat itu saya mendeklarasikan harus makan kue itu, entah (memaksa) minta oleh2, beli, ataupun bikin sendiri.. hohohoooo..
beberapa bulan setelahnya saya cukup disibukkan dengan bermain2 menjadi auditor di sebuah kantor akuntan publik di jakarta.. kesibukan membuat saya melupakan kue tersebut.. hehee..
setelah resign sayapun masih lupa dengan kue tersebut.. menjadi pengangguran di rumah membuat saya memiliki banyak waktu luang.. jadi, proyeknya adalah membuat makanan yang memerlukan waktu yang lamaaaaa.. bukan dibuat lama tapi memang asli lama.. setidaknya kegiatan tersebut mengurangi waktu saya yang hanya guling kanan guling kiri.. hahahaaa..
hingga beberapa minggu lalu saya membaca sebuah tulisan tentang kue 8 jam.. salah satu kue khas palembang selain maksuba.. ternyata bahan kue 8 jam dan maksuba itu sama aja (setidaknya itu yang saya dapat dari googling kanan googling kiri.. wkwkwkkkk..) mirip juga dengan kue lapis legit, hanya saja lapis legit kebanyakan menambahkan terigu dan menggunakan spekuk untuk aromanya.. penginnya makan yang asli palembang, cari2 di olshop ternyata mihil ya.. hehehehee.. harus bikin sendiri nih.. nekat nekat deh.. heu heu heu heuuuu..
langkah pertama adalah pencarian bahan2 berkualitas (cieeee).. ternyata bahannya sederhana.. hanya telur bebek, susu, gula, margarin/mentega, vanilla/vanili untuk menghilangkan bau amis telur bebek.. telur bebek ternyata mahal dan disini belinya satuan, ga ada yang kiloan.. padahal untuk membuat 1 loyang kue ini membutuhkan 25 butir telur bebek.. berhubung saya belum kerja, menurut saya itu cukup mahal (saya jarang sengaja2 minta uang ke ibu buat bikin2 makanan.. hehee)
tiba2 teringat perkataan bapak, "mba, kamu kalo butuh apa yang disini ga ada bilang bapak aja.. nanti bapak cariin pulang kantor"
langsung deh bilang bapak.. alhamdulillah bapak ternyata saat ini sedang menjadi dosen DPL KKN di desa penghasil bebek dan telur bebek.. :') alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.. walaupun akhirnya ternyata telur bebeknya tercampur telur bebek peking 3 biji, tapi gapapa.. hihihihihiiiii..
untuk susu kental manis saya sengaja memilih suatu merk.. saya memilih merk ind*milk.. seorang dosen favorit saya merekomendasikan merk ini untuk membuat isian pie susu dan ternyata hasilnya jauuuhh lebih lezat dibanding dengan merk pertama (fyi harga keduanya tidak terlalu jauh).. bukan promosi yaaaa.. tiap merk enak untuk makanan tertentu, untuk maksuba (yg menurut saya mirip-ga-mirip dengan isian pie susu setelah saya lihat resepnya.. heu heu..)..
gunakan gula halus agar lebih cepat larut dalam telur dan meminimalkan pengocokan.. kalau dikocok berlebihan nanti banyak udara yang terperangkap sehingga membuat tekstur kue berongga dan kurang lembut.. (ini menurut saya si.. soalnya mirip2 kayak bikin egg tofu..) oh iya gula halus lebih baik bikin sendiri dengan memblender kering gula pasir hingga halus.. kenapa kalau pakai gula halus yang sudah jadi? menurut pengalaman saya beberapa merk gula halus kalau dilarutkan menghasilkan larutan yang keruh, padahal seharusnya larutan gula itu tetap bening.. ga tau si apa yang ada di dalamnya, tapi saya memilih bikin sendiri.. kecuali gula donat yaaaa, itu beda sama gula halus biasa.. tapi semua dikembalikan kepada pembaca.. :)
oh iya katanyaaaa maksuba ini maniiiisss sekali.. tapi karena di rumah ada yang tidak boleh mengonsumsi gula terlalu banyak jadi takaran gula saya pangkas hinga separuhnya.. tetap manis (manis sekali kalau menurut saya) tapi ternyata mengurangi gula membuat tekstur kue kurang lembut..
kok tau? iya, soalnya pas lapisan terakhir saya tambahkan banyak gula dan lapisan paling atas teksturnya lembuuuttt sekali.. berbeda dengan lapisan2 bawahnya yang masih agak 'nelur'.. hehee..
kebanyakan resep menggunakan mentega, ada beberapa yang menggunakan campuran margarin.. saya memilih menggunakan campuran mentega dan margarin.. selain lebih hemat (uhuk belum kerja) saya rasa embah kakung dan kedua orang tua saya lebih aman jika tidak mengonsumsi terlalu banyak mentega.. :)
untuk penghilang bau amis pasti hasilnya lebih oke kalau pakai vanilla asli.. tapi disini ga ada yang jual, lagipula (lagi2) mahal.. heheheee..
peralatan tempurnya (hehee): mangkuk besar untuk mencampur semua bahan, garpu/whisk untuk mengocok, saringan, kuas untuk mengoles mentega cair, oven yang bisa pakai api atas, dll peralatan pembantu lainnya.. oven ini wajib hukumnya yaaa.. maksuba itu kue yang berlapis2 kayak lapis legit, untuk mendapatkan tampilan seperti itu memanggangnya harus selapis2 dengan api atas.. nah! saya ga punya oven itu.. jadi maksuba saya ga berlapis2.. makanya judulnya "(Berharap) Maksuba".. wkwkwkkkk..
yuk mari resepnya~~~ (saya bikin setengah resep, biar kalau ini gagal saya masih punya telur bebek untuk percobaan kedua.. hehee)
bahan:
- 25 butir telur bebek
- 1 kaleng SKM (susu kental manis)
- 400 gram gula halus (saya pakai 200 gram, tapi saran saya pakai 400 gram saja)
- 100 gr mentega + 150 gr margarin, dilelehkan, dinginkan
- setengah sdt garam
- 1 sdt vanili (vanila lebih enak)
- mentega (lagi) dilelehkan untuk mengoles tiap lapisan
how to:
1. siapkan loyang, olesi margarin, pasang kertas baking, olesi kertas baking dengan margarin. sisihkan.
2. kocok telur + gula sampai gula larut
3. masukkan SKM, mentega+margarin cair, garam, vanili. kocok.
4. saring adonan. penting yaaa iniii..
5. tuang sebagian adonan ke dalam cetakan (saya 150 ml) panggang dengan api atas hingga kecoklatan. tusuk jika ada gelembung pada permukaan kue lalu tekan2 dengan sendok hingga rata (ada sih alatnya, tapi pakai sendok aja yaa), oles dengan mentega cair, tuang adonan lagi.. lakukan hingga adonan habis..
6. untuk lapisan terakhir panggang dengan api atas bawah hingga lapisan atas kecoklatan (coklatnya tipis, lebih kayak keemasan tapi rada coklat..*apasih)
7. keluarkan dari oven, dinginkan, lepas dari cetakan, potong2.. jangan memotong kue saat masih panas, karena kue masih mudah hancur..
wokeeeee.. maksuba sudah matang dan siap dinikmati.. simpan di kulkas untuk rasa terbaik.. :9
ah saya masih berharap maksuba yang sesungguhnya..
eh gimana kalo pinjem mesin las ke bengkel knalpot sebelah biar bisa ngasih efek 'api-atas'.. atauuuu cetakannya ditutup pakai setrikaan dengan suhu maksimal.. hahahahaaa.. apasih, dhan.. -_-
happy cooking~ :)
NB:
1. telur bebek peking beda sama telur bebek biasa.. setelah direbus telur bebek peking lebih kenyal dan agak transparan jika dibandingkan dengan telur bebek biasa.. teksturnya juga lebih kenyal.. kulit telurnya berwarna putih, tidak seperti telur bebek biasa yang berwarna hijau telur asin.. (hey! itu bukan hijau telur asin.. itu hijau telur bebek.. :/ )
2. jangan memecahkan telur langsung di atas mangkuk pencampur.. pecahkan di mangkuk kecil, pastikan keadaan telur baik baru campurkan ke dalam mangkuk besar.. ini penting yaaa.. soalnya kalau uda mecahin 24 telur, lalu telur 25 ternyata jelek (busuk) 24 telur yang pertama hampir tidak bisa dipakai.. kalaupun dibuang telur busuknya, tapi itu kan cair, pasti bercampur walau ga keliatan..
3. adonan lebih baik disaring.. telur bebek sedikit lebih 'keras' dibanding telur ayam.. kalau hanya dikocok lepas masih ada bagian putih telur yang utuh (ga bercampur dengan bahan2 lain).. nah kalau sudah matang nanti rada mengganggu.. rasanya telur banget.. wkwkwkwkkk..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar